Kapal Dikhawatirkan Mengalihkan Muatan
Batam, Kompas - Pihak pengelola puluhan kapal ikan eks Thailand mempekerjakan nelayan asing. Puluhan kapal itu menangkap ikan di perairan Laut China Selatan, khususnya di sekitar perairan Kepulauan Anambas, Natuna, dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.
Dikhawatirkan, kapal-kapal itu melakukan alih muatan kapal dengan kapal-kapal ikan asing di tengah laut.
Dari pengamatan, Rabu (3/2), setidaknya, lima kapal eks Thailand bersandar di dermaga pelabuhan perikanan Barelang, di Pulau Nipah, pulau kecil di sekitar Pulau Rempang, Kepulauan Riau (Kepri). Kawasan perikanan itu juga dilengkapi dengan restoran dan perkantoran.
Manajer Operasional PT Mandra Guna Gema Sejati (PT MGGS), perusahaan pengelola pelabuhan perikanan Barelang, Betel Zebua mengatakan, jumlah kapal yang berpangkalan di pelabuhan itu 67 kapal. Sebagian besar kapal adalah kapal eks Thailand atau kapal nelayan Thailand yang dilelang. Kapal-kapal itu berbobot sekitar 100 ton sampai 200 ton.
Menurut Betel, kapal-kapal eks Thailand itu sudah beralih status
kepemilikannya. ”Kapal- kapal itu sudah menjadi milik perusahaan di Indonesia,” katanya. Ia menambahkan, sebagian besar nelayan yang dipekerjakan di kapal-kapal eks Thailand itu memang nelayan Thailand.
Betel menjelaskan, pihak PT MGGS sebenarnya hanya pengelola pelabuhan perikanan. Kapal-kapal eks Thailand yang berpangkalan di pelabuhan itu merupakan milik perusahaan lain yang sudah bekerja sama dengan PT MGGS. PT MGGS bekerja sama dengan 10 perusahaan penangkap ikan yang berasal dari beberapa daerah, termasuk Jakarta.
”Kerja sama dalam bentuk penangkapan ikan. Ikan yang terkumpul dibongkar di pelabuhan perikanan,” kata Betel lebih lanjut.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kota Batam Yuslibar mengakui adanya nelayan Thailand yang bekerja di kapal eks Thailand.
Menurut Yuslibar, kapal yang menggunakan jaring pukat ikan (fish net) mempekerjakan 12 nelayan asing dan 2 nelayan lokal. Kapal yang menggunakan jaring pukat cincin (purse seine) mempekerjakan 30-35 nelayan asing dan 2-5 nelayan lokal.
*Dikhawatirkan alih muatan *
Ketua Ikatan Kerukunan Keluarga Nelayan Kepulauan Anambas Tarmizi mengungkapkan kecemasannya terhadap kapal-kapal Indonesia dan berbendera Indonesia yang mempekerjakan nelayan asing. Nelayan asing yang bekerja di kapal berbendera Indonesia dikhawatirkan melakukan alih muatan kapal di tengah laut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri Lamidi mengatakan, pihaknya akan mengecek kembali aktivitas pelabuhan perikanan Barelang. Ia belum mengetahui seberapa banyak nelayan Thailand yang dipekerjakan pada kapal eks Thailand tersebut dan seberapa hasil penangkapannya. (FER)
[Non-text portions of this message have been removed]
kirim ke teman |
versi cetak