:: Home :: Profil :: Visi dan Misi :: Personil :: Buku Tamu :: Forum Diskusi :: Sarana & Prasarana :: Hubungi Kami ::
User Login
Username

Password




Register
Forgot Password

Menu Utama
-Home
-Profil
-Visi dan Misi
-Personil
-Kapal Pengawas
-Laporan
-Kegiatan
-Album Foto
-Sarana & Prasarana
Interaktif
-Buku Tamu
-Forum Diskusi
-Hubungi Kami
-Kirim Artikel
Info Aktual
Pengawasan SD Perikanan
Pengawasan SD Kelautan
Siswasmas
Penanganan Pelanggaran
Info Lainnya
Kapal Pengawas
Sarana dan Prasarana Pengawasan
Pelatihan/Pertemuan Tingkat Pusat
Surat Edaran
Illegal Fishing
Pemboman Ikan
Terumbu Karang
Penangkapan Ikan
Budidaya Ikan
Pencemaran
Pengolahan dan Pemasaran
Ikan dan satwa Langka
Kelautan, Pesisir dan Pulau2 Kecil
Global Warming
Kunjungan Tamu
Wisata Bahari
Kerja Sama
Hutan Bakau
UPT PSDKP
Pangkalan
Stasiun
Satuan Kerja
POS PSDKP
Ditjen P2SDKP
Pertemuan Nasional
Nelayan Asing di Batam
Senin, 08 Februari 2010 - oleh : admin | 111 x dibaca


Kapal Dikhawatirkan Mengalihkan Muatan


Batam, Kompas - Pihak pengelola puluhan kapal ikan eks Thailand mempekerjakan nelayan asing. Puluhan kapal itu menangkap ikan di perairan Laut China Selatan, khususnya di sekitar perairan Kepulauan Anambas, Natuna, dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

Dikhawatirkan, kapal-kapal itu melakukan alih muatan kapal dengan kapal-kapal ikan asing di tengah laut.

Dari pengamatan, Rabu (3/2), setidaknya, lima kapal eks Thailand bersandar di dermaga pelabuhan perikanan Barelang, di Pulau Nipah, pulau kecil di sekitar Pulau Rempang, Kepulauan Riau (Kepri). Kawasan perikanan itu juga dilengkapi dengan restoran dan perkantoran.

Manajer Operasional PT Mandra Guna Gema Sejati (PT MGGS), perusahaan pengelola pelabuhan perikanan Barelang, Betel Zebua mengatakan, jumlah kapal yang berpangkalan di pelabuhan itu 67 kapal. Sebagian besar kapal adalah kapal eks Thailand atau kapal nelayan Thailand yang dilelang. Kapal-kapal itu berbobot sekitar 100 ton sampai 200 ton.

Menurut Betel, kapal-kapal eks Thailand itu sudah beralih status
kepemilikannya. ”Kapal- kapal itu sudah menjadi milik perusahaan di Indonesia,” katanya. Ia menambahkan, sebagian besar nelayan yang dipekerjakan di kapal-kapal eks Thailand itu memang nelayan Thailand.

Betel menjelaskan, pihak PT MGGS sebenarnya hanya pengelola pelabuhan perikanan. Kapal-kapal eks Thailand yang berpangkalan di pelabuhan itu merupakan milik perusahaan lain yang sudah bekerja sama dengan PT MGGS. PT MGGS bekerja sama dengan 10 perusahaan penangkap ikan yang berasal dari beberapa daerah, termasuk Jakarta.

”Kerja sama dalam bentuk penangkapan ikan. Ikan yang terkumpul dibongkar di pelabuhan perikanan,” kata Betel lebih lanjut.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kota Batam Yuslibar mengakui adanya nelayan Thailand yang bekerja di kapal eks Thailand.

Menurut Yuslibar, kapal yang menggunakan jaring pukat ikan (fish net) mempekerjakan 12 nelayan asing dan 2 nelayan lokal. Kapal yang menggunakan jaring pukat cincin (purse seine) mempekerjakan 30-35 nelayan asing dan 2-5 nelayan lokal.

*Dikhawatirkan alih muatan *

Ketua Ikatan Kerukunan Keluarga Nelayan Kepulauan Anambas Tarmizi mengungkapkan kecemasannya terhadap kapal-kapal Indonesia dan berbendera Indonesia yang mempekerjakan nelayan asing. Nelayan asing yang bekerja di kapal berbendera Indonesia dikhawatirkan melakukan alih muatan kapal di tengah laut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri Lamidi mengatakan, pihaknya akan mengecek kembali aktivitas pelabuhan perikanan Barelang. Ia belum mengetahui seberapa banyak nelayan Thailand yang dipekerjakan pada kapal eks Thailand tersebut dan seberapa hasil penangkapannya. (FER)


[Non-text portions of this message have been removed]



kirim ke teman | versi cetak

Berita Illegal Fishing Lainnya

TNI AL Tahan Tiga Kapal Ikan Thailand
Satker PSDKP Kendari Lakukan Pemetaan Wilayah Illegal Fishing
DKP NYATAKAN “PERANG” TERHADAP PELAKU IUU FISHING
Perangi IUU Fishing: Indonesia Galang Kerjasama Antar Negara
P2SDKP: TENGGELAMKAN SAJA KAPAL ASING PENCURI IKAN
Tidak ada komentar tentang artikel ini
Your Name :
Your Email :
Comment's Title :
Comment :
Security Code : Security Code
Type Code :

 
Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kendari
Jl. Samudera No. 1 Puday, Kendari 93233, Sulawesi Tenggara
Telp. (0401) 395958, 390970 Fax. (0401)390970